YOGYAKARTA. Remaja adalah makhluk yang sangat potensial, penuh dengan energi yang tak ada habisnya. Potensi itu bisa tersalurkan ke hal yang negatif maupun positif, tergantung siapa yang mendampingi mereka. Termasuk juga Anak Juara yang tergolong ke usia remaja.
Apalagi dalam masa perkembangan teknologi saat ini, yang penuh dengan segala macam informasi baik positif maupun negatif. Jika kita punya filter yang mumpuni, kita akan terhindar dari hal-hal yang negatif.
Mentor sebagai pendamping Anak Juara perlu mengetahui bagaimana mengidentifikasi Anak Juara yang terpapar hal negatif contohnya pornografi, sehingga bisa mengambil tindakan yang tepat supaya paparan tersebut tidak berkelanjutan.
Hal tersebut dibahas pada Upgrading Mentor dan Korwil (kordinator wilayah) Anak Juara Yogyakarta di Taman Inala, Kasihan, Bantul. (03/04). Menghadirkan pembicara dari Gempita Kemenpora, mentor diberi bekal bagaimana bisa mengidentifikasi anak juara yang terpapar pornografi serta bagaimana menangani dan membantu supaya bisa mengalihkan ke hal-hal yang positif.
Dihadiri 55 mentor dari seluruh Yogyakarta, acara berlangsung dengan menarik. Pada sesi 1 diisi dengan teori tentang perkembangan remaja serta teknik pendampingannya. Sesi 2 diisi dengan praktek pembinaan per kelompok per jenjang.
“Pendampingan siswa SD perlu waktu dan tahapan yang sedikit lebih rumit karena perbedaan karakteristik siswa SD, sehingga perlu ada sesi lanjutan untuk mentor siswa SD. Selama sesi berlangsung, mentor sangat antusias dalam menyimak paparan dari pembicara, bahkan mereka dengan antusias menanyakan,” tutur salah satu mentor RZ, Zaitun.***
Newsroom/Erip Saeful
Yogyakarta
YOGYAKARTA. Pornography may be the most alluring trap of all for our teenagers. It certainly can be one of the most destructive. Children are naturally curious anyway. But when they approach adolescence and hormones begin streaking through their bodies, curiosity about the opposite sex soars.
Of course, curiosity is a natural, good thing—as are the normal feelings of excitement that accompany sexual awakening. But the trap of pornography can turn innocent inquisitiveness into an obsession with destructive, lifelong consequences.
Pornography can tear apart a home, and it can tear apart a person’s soul. And in some cases it leads to even worse consequences.
Therefore, to prevent those impacts, RZ organized an Upgrading Mentor program that involved mentors and parents of Anak Juara to learn to identify children who are exposed to pornography and to help them to shift into positive things.
There were 55 mentors and dozens of parents who attended the program. “This upgrading program is awesome. Hopefully, we could save the next future generation fro pornography,” Zaitun, a mentor, said. ***