[:ID]RIAU. Memiliki bayi kembar merupakan anugerah yang luar biasa karena tidak semua orang dapat memiliki bayi kembar. Anugrah itupula yang didapatkan oleh pasangan Bapak Juarnes Pranadita (30) dan Ibu Siti Nuryaningsih (30) ini. Pada bulan Januari 2016 lalu pasangan yang tinggal di Kepulauan Riau ini melahirkan 3 anak kembar sekaligus. Ketiga anaknya diberi nama Nadira Alifah Putri, Nadhifa Alinka Putri dan Nadhibah Aiyah Putri.
Nadifha lahir sebagai anak yang sehat dan sempurna fisiknya, namun Nadira dan Nadhibah lahir sebagai bayi kembar siam yang menyatu pada bagian tegkorak kepala. Siti dan Juarnes tentu berharap kedua bayinya dapat dioperasi untuk memisahkan tengkorak kepalanya agar bisa hidup secara normal.
Upaya medis pun mereka lakukan dengan membawa Nadira dan Nadiba ke RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo) yang berlokasi di kota Jakarta. Namun ternyata, usia dan bobot sang bayi masih terlalu kecil untuk melakukan operasi pemisahan. Menurut tim medis RSCM, operasi pemisahan akan dapat dilakukan setelah bobot masing-masing bayi mencapai 10 kg di usia mereka berkisar 8-9 bulan. Saat ini Nadira dan Nadiba masih berusia 4 bulan yang bobot masing-masing baru mencapai 3.5 kg.
Hal yang dapat dilakukan pihak keluarga yaitu merawat mereka dan memberi asupan susu khusus untuk menambah berat badan bayi. Dalam 1 bulan Nadira dan Nadiba bisa menghabiskan 12 kaleng susu khusus yang berukuran 400 gram. Susu ini harganya cukup mahal karena susu yang khusus untuk meningkatkan berat badan.
Untuk mencapai bobot Nadira dan Nadiba minimal 10 Kg, diperkirakan dibutuhkan sekitar 60 kaleng susu lagi.
Sementara kondisi ekonomi keluarga Juarnes sebenarnya sangat kekurangan. Keluarga ini tinggal menumpang di rumah orang tua mereka. Terlebih sejak kelahiran putri tercintanya, pak Juarnes telah di PHK (Pemberhentian Hubungan Kerja) dari tempat perusahaan yang selama ini dia bekerja. Alasan perusahaannya mengeluarkan surat PHK karena pak Juarnes sering tidak masuk kerja karena saat putrinya lahir dia harus sering merawat, serta menunggu istri dan ketiga putrinya di RSCM Jakarta.
Alhamdulillah atas kelembutan hati para donatur RZ dari program #sharinghappiness, ada secercah harapan untuk membantu agar Nadira dan Nadibah dapat mencapai bobot yang cukup untuk melakukan operasi. Namun Allah lebih sayang kepada mereka, pada bulan Juli 2016 lalu keduanya meninggal dalam pangkuan ibunya.
Meskipun kedua orang tuanya bersedih, namun mereka ikhlas dan harus tetap bersabar karena masih ada Nadhifa yang menjadi motivasi untuk tetap semangat. Bantuan diberikan pada hari Sabtu (10/08) di Jln. Batu 8 Gg. Menur Juang 6 No. 23 Kel. Sei Jang Kec. Bukit Bestari Tanjung Pinga Kepulauan Riau. Bantuan akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari Nadifha.
“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Rumah Zakat dan donatur yang telah membantu saya untuk meringankan biaya pengobatan anak saya. Walau si kembar sudah tidak ada, doakan juga untuk Nadifha semoga sehat selalu, dan mejadi anak yang sholehah. Semoga RZ dan donatur selalu diberi limpahan rahmat Allah SWT. Aamiin.” ucap Pak Juarnes dengan penuh haru.
Newsroom/Nur Shyfa
Riau[:en]RIAU. Having triplet is a tremendous boon because not everyone can have triplet. This boon is bestowed to by the couple Mr. Juarnes Pranadita (30) and Ibu Siti Nuryaningsih (30). In January 2016 the couple who lived in the Riau Islands bore 3 twins at once. Their three daughters are named Nadira Alifah Putri, Nadhifa Alinka Putri and Nadhibah Aiyah Putri..
Nadifha was born healthy and has perfect physique, but Nadira and Nadhibah born as conjoined twins fused at the head. Siti and Juarnes certainly hope the baby can undergo a surgery to separate the skull in order to live a normal life.
A medical effort that has been doing with Nadira and Nadiba is by taking them to RSCM (Cipto Mangun Kusumo Hospital) located in the city. But apparently, the age and weight of the baby is still too small to perform separation surgery. According to the medical RSCM’s team, separation surgery will be done after the weight of each baby reaches 10 kg in their ages ranging from 8-9 months. Currently Nadira and Nadiba are 4 months their weight is only 3.5 kg.
Now the family is trying to take care of the babies and feed them the special milk for infants gain weight. Within 1 month Nadira and Nadiba could spend 12 special milk-sized 400 grams. This milk price is quite expensive because the milk specifically to gain weight. To reach 10 Kg, it is estimated that they need 60 cans of milk again.
While the economic conditions of families is actually very understaffed. Juarnes and his family stay at home with their parents. Especially since the birth of his beloved daughter, Mr. Juarnes been retrenched from the company where he worked. The reason the company issued a letter of dismissal because Mr. Juarnes often did not go to work because when her daughter was born he should take care of his wife and three daughters at the RSCM Jakarta.
Alhamdulillah for the kindness of RZ donator through #sharinghappiness program, there is a glimmer of hope to help Nadira and Nadibah gain sufficient weight to perform the surgery. But Allah is love the babies more, in July 2016 and both died in his mother’s lap.
Though both parents grieved, but they are sincere and should remain patient because they still have Nadhifa that become thier motivation to keep the spirit. Assistance is provided on Saturday (08/10) at Jln. Batu 8 Gg. Menur Juang 6 No. 23 Sei Jang subdistrict, Bukit Bestari Tanjung Pinga district, Riau Islands. Assistance will be used for Nadifha’s daily needs.
“Thank God, I thank you profusely to Rumah Zakat and donators who have helped me to ease my child’s medical expenses. Although the twins had gone, pray also for Nadifha hopefully she is always healthy, and become a pious child. Hopefully RZ and donators are always given the abundance of grace from Allah the Almighty. Aamiin. “Said Mr. Juarnes tearfully.
Newsroom/Nur Shyfa
Riau[:]