Bandung – Rumah Zakat telah menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada 60.651 peserta program, serta 107.168 peserta layanan program pada periode Januari 2025.
Berdasarkan laporan Z-Report, total penerima dana ZIS Rumah Zakat awal tahun ini mencapai Rp24.159.967.842 penerimaan dan Rp24.027.597.998 penyaluran. Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut, Dana ZIS telah disalurkan menjangkau hampir seluruh provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Adapun program yang dimiliki oleh Rumah Zakat terdiri dari beberapa sektor diantaranya, bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan, dakwah, lingkungan dan sosial, insidental dan bencana serta superqurban.
Selain itu, penerima manfaat program pemberdayaan didominasi oleh kelompok masyarakat miskin, diikuti oleh Fii Sabilillah, Fakir, Ibnu Sabil, Mualaf, dan Gharimin.
Salah satu program Rumah Zakat yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah program kesehatan.
Siti Suhartati adalah masyarakat Cilegon yang menjadi salah satu penerima manfaat program Rumah Zakat berupa bantuan ekonomi yang disalurkan pada Selasa, (11/02/2025).
Dengan adanya penyaluran bantuan ini, diharapkan bisa meringankan biaya pengobatan Siti Suhartati.
“Alhamdulillah terima kasih banyak untuk bantuan Rumah Zakat dan donaturnya sudah peduli kepada saya memberikan bantuan kesehatan untuk tambahan kebutuhan biaya berobat, semoga berkah dan sukses untuk Rumah Zakat.”
Dengan adanya distribusi dana ZIS, Rumah Zakat terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Maka dari itu, Rumah Zakat mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam program donasi dan pemberdayaan agar manfaatnya bisa lebih luas. Dengan dukungan dari para donatur, diharapkan lebih banyak desa berdaya yang dapat terbantu, sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.
Newsroom
Difa Lavianka