CIAMIS. Jembatan Ciseel merupakan jembatan gantung yang menjadi akses utama jalan warga Kampung Linggasari, Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis selama 36 tahun. Jembatan Ciseel berdampak langsung bagi lebih dari 700 orang kepala keluarga.
Jembatan ini memisahkan tiga wilayah tertinggal dengan pusat kecamatan Cidolog yaitu Wilayah Sinaraja, Wilayah Lintung Picung dan Wilayah Lingga. Sekolah SD yang berada di Desa Ciparay, SMP dan SMA berada di pusat kecamatan Cidolog demikian halnya dengan pusat ekonomi dan Kesehatan.
Sebagian besar masyarakat Ciparay berprofesi sebagai petani dan buruh bangunan. Setiap hari warga dan anak-anak sekolah Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis harus berjuang melawan bahaya. Bila warga hendak pergi ke luar desa mereka harus melewati jembatan gantung Ciseel yang sudah usang yang terbuat dari bambu yang disusun alakadarnya. Sehingga tidak ada jaminan untuk keselamatan saat melintas di atasnya.
Jembatan Ciseel yang panjangnya 63 meter ini dibangun terakhir pada tahun 1980, jembatan tersebut pernah ambruk pada tahun 1988 yang mengakibatkan 20 warga terhanyut di bawah derasnya sungai. Hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki jembatan tersebut secara layak. Selama ini masyarakat secara gotong royong harus mengganti lantai jembatan yang terbuat dari bambu setiap minggunya dari dana masyarakat yang dikumpulkan secara sukarela.
Maka dari itu, Rumah Wakaf Indonesia (RWI) menjadi pelopor dalam membangun jembatan Ciseel guna memberikan bantuan berupa jembatan yang layak untuk masyarakat di sana. Pembangunan dimulai dengan peletakan batu pertama pada tanggal 23 Mei 2016 lalu.
Sejak hari pertama, RWI sudah mulai proses pembangunan boplang, pengangkutan batu, dan pasir. Hingga saat ini pembangunan jembatan Ciseel masih memerlukan bantuan dana.
“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari para donatur RZ melalui sharinghappiness.org sedikitnya dapat membantu mengurangi kebutuhan biaya untuk proses pembangunan jembatan ini. Saat ini proses yang sudah dijalani yaitu berupa pembetonan angkur dan sedang dalam tahap proses pabrikasi baja.” ungkap Nur Shyfa, Project Monev RZ pada Ahad (11/08).
Selain tukang bangunan, masyarakat di sana juga saling membantu dan bergotong royong dalam membangun jembatan ini karena merupakan fasilitas umum yang digunakan bersama dan sudah menjadi impian mereka sejak lama untuk mendapatkan jembatan yang layak.
Newsroom/Nur Shyfa
CiamisCiseel Bridge is a suspension bridge that became the main access roads of Linggasari vilage, Ciparay Subdistrict, Cidolog District, Ciamis District for 36 years. Ciseel Bridges has direct impact of more than 700 households.
This bridge separates the three left behind regions with Cidolog subdistrict center namely Sinaraja Lintung Picung and Lingga. Elementary school in Ciparay vilage, middle and high school located in Cidolog as well as economic and health centers located there.
Most of Ciparay villager work as farmers and construction workers, every day residents and school children of that area must struggle against the dangers. If the villagers want to go outside the village they had to pass through Ciseel suspension bridge that has worn and made of bamboo as best they could. So there is no guarantee for safety when passing over it.
Ciseel bridge length of 63 meters was built last in 1980, the bridge once collapsed in 1988 which resulted in 20 residents swept under the swift river. Up to now there is no help from the government to repair the bridge properly. During this time the community work together to replace the floor bridge made of bamboo every week from public funds collected voluntarily.
Therefore, Rumah Wakaf Indonesia (RWI) to be a pioneer in building Ciseel bridge to provide assistance in the form of proper bridge for the people there. Construction began with the groundbreaking on May 23, 2016 last.
Since the first day, RWI has begun to construct boplang, hauling the rocks, and sand. Until now, the construction of the bridge Ciseel still requires funding.
“Alhamdulillah, with the help of RZ donators through sharinghappiness.org least can help reduce the cost requirements for the construction of this bridge, currently the process that has been undertaken is casting the bridge with angkor concrete and steel manufacturing process” Said Nur Shyfa, RZ Project Monitoring and Evaluation on Sunday (08/11).
In addition to builders, the people there also to help each other and work together in building this bridge because it is a public facility that is shared and has become their dream for a long time to get a proper bridge.
Newsroom/Nur Shyfa
Ciamis