JAKARTA. Sejak empat tahun lalu, Rumah Zakat telah melakukan pembinaan dan program pemberdayaan di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Selama pembinaan itu, setidaknya pola pikir masyarakat mulai membaik. Demikian dikatakan Riwanto, Membership Relation Officer Cilincing. Jumat (16/7).
Menurutnya melakukan pendampingan masyarakat di Cilincing memerlukan kesabaran yang panjang, karena pola pikir dan karakter masyarakat pesisir berwatak keras. “Mindset masyarakatnya susah, maka untuk merubahnya perlu pembinaan dan motivasi,” ujar Riwanto.
Dalam pendampingan ini, Riwanto melakukan aktivitas pembinaan tiap hari. Agar mitra dampingan tak jenuh, maka dibuat pola pembinaan secara tematik seperti pelatihan membuat kue, pelatihan membuat tas dengan bahan dasar sampah dan sebagainya, “Tiap hari juga diadakan pembinaan akhlak dan motivasi,” jelasnya.
Riwanto menyatakan, selama empat tahun ini Rumah Zakat telah menyalurkan program pemberdayaan Rumah Zakat dalam bentuk program pendidikan, program kesehatan, dan program pemberdayaan ekonomi. Dari pendampingan ini diharapkan pola pikir masyarakat berubah dari mental peminta menjadi mental pemberi. “Minimal para mustahiq terbantu biaya sekolah anaknya, kemudian usaha mereka bisa jalan dan bisa membiayai hidup itu sudah cukup.”
Seperti dituturkan Dasimah, penerima manfaat program pemberdayaan ekonomi, menurutnya kehadiran Rumah Zakat di Cilincing sangat membantu warga, “Saya dapat bantuan modal, kemudian uangnya saya gunakan untuk berjualan pakaian anak. Alhamdulillah dari hasil usaha ini bisa membantu kebutuhan pendidikan anak.” ungkapnya.***
Newsroom/Maskur
Jakarta Timur