BANJARMASIN. Markas unit patroli multifungsi Satuan Polair Polresta Banjarmasin menerima kunjungan dari relawan RZ Banjarmasin sebanyak 10 orang. Kedatangan mereka bersama relawan cilik, bertujuan untuk mengenalkan Satpolair sambil bermain di perpustakaan terapung untuk umum di pos multifungsi Satpolair.
“Pos ini satu-satunya di Indonesia, yang berdiri di sungai dan diresmikan oleh Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri 20 november 2008 lalu,” ujar Kasatpolair Polresta Banjarmasin, AKP Untung Widodo.
Pada kesempatan itu, anggota satpol air berikan penyuluhan tentang keselamatan di perairan, kemudian relawan RZ cabang Banjarmasin memberikan bantuan buku bacaan untuk umum ke perpustakaan pos terapung sat polair polresta Banjarmasin.
Kunjungan pun di akhiri dengan foto bersama, relawan RZ bersama relwan cilik di beri kejutan oleh bapak-bapak Satpolair yaitu di ajak berkeliling sungai Barito dengan menggunakan kapal yang mereka memiliki.
Perjalanan di komando langsung oleh komandan kapal polisi XIII-1003-28 Bripka P Ronny S dengan tujuan Markas Komando, perjalanan sekitar 1 jam. Senyum anak-anak binaan RZ dengan relawan RZ selalu mengembang.***
Sumber : http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/03/30/anak-yatim-kunjungi-pos-satu-satunya-di-indonesia
BANJARMASIN. Monday (30/3), 10 junior volunteers visited Multi Function Post of Water Police Unit in Banjarmasin. In this opportunity, they were invited to know more about the function of water police and explore floating library there.
“This is the only water police post in Indonesia and it has been inaugurated National Police Chief Gen. Bambang Hendarso Danuri on November, 2008,” Untung Widodo, Marshal of Banjamasin Water Police Unit, said.
In addition, Widodo also invited these junior volunteers to help maintaining the security of the waters in Banjarmasin. “This visit was very exhilarating. Just now we learned many things about the function of water police in Indonesia,” a junior volunteer said. ***
Courtesy: http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/03/30/anak-yatim-kunjungi-pos-satu-satunya-di-indonesia