YOGYAKARTA. Sejak masuk SD Juara Yogyakarta, Ozy sudah menjadi salah satu titik perhatian para guru sebab Ozy istimewa. Terlahir dari keluarga sederhana, Ozy belajar banyak hal mengenai kehidupan. Di usianya yang masih belia, Ozy dipercaya ibunya untuk mengelola jualan kue. Mulai dari proses produksi, penjualan, hingga pengelolaan keuangan. Dari sanalah Ozy belajar metematika realistik, yaitu matematika yang aplikatif dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di sekolah Ozy menjalani kehidupannya dengan wajar, selayaknya anak-anak lain, meskipun ia mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Saat berbicara artikulasinya kurang jelas dan butuh konsentrasi penuh untuk bisa “nyambung” saat berinteaksi. Karena kemampuan akademis Ozy belum berkembang secara signiikan, eksplore dimulai dari test IQ sekedar untuk melihat kemampuan logika, linguistik dan visual spasialnya. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan Ozy berada di rata-rata bawah.
Dari sana eksplorasi dilanjutkan pada observasi Multiple Intellegences dengan melibatkan orangtua. Akhirnya pihak sekolah menemukan bakat Ozy yakni beternak. Menurut pengamatan ibunya, Ozy telaten sekali membantu memelihara ayam milik kakeknya. Mulai menjaga para induk saat musim bertelur dan merawat telur telur itu hingga menetas
Dari sini sekolah pun memberi kesempatan pada Ozy untuk beternak ayam sendiri dengan diberi modal yang cukup untuk membeli dua pasang ayam. Beberapa pekan berselang, Ozy sudah mulai melaporkan hasil ternaknya ke sekolah. Mulai dari jumlah telur yang dihasilkan, berapa yang ditetaskan, sampai untuk apa saja uang hasil penjualan telur digunakan.
Dia juga belajar Bahasa Indonesia yang baik karena tuntutan untuk menawarkan telur kepada konsumen termasuk para guru. Selain itu, Ozy belajar manajemen keuangan karena dia harus mengatur berapa untuk ditabung dan berapa untuk beli pakan serta berapa yang boleh digunakan untuk jajan.***