[:ID]MENCINTAI ORANG YANG KITA NIKAHI[:]

oleh | Feb 24, 2017 | Inspirasi

[:ID]MENCINTAI ORANG YANG KITA NIKAHIKalimat ini bermakna bahwa seseorang menikah dulu barulah mengusahakan rasa cinta kepada pasangannya. Dalam sebuah hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nati ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bias saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu.” (HR. Al-Tirmidzi).

“Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “siapa mereka itu?, “mereka itu adalah orang-orang yang mencintai karena Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR. Ahmad)

Dari teks hadits tersebut terlihat dengan jelas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan saling mencintai terhadap pasangan yang telah dinikahinya. Karena sebagaimana telah kita ketahui bahwa pernikahan merupakan sebuah ibadah yang teramat mulia hingga dikatakan sebagai penggenap separuh agama. Di dalam pernikahan terdapat banyak sekali maslahat untuk kedua pasangan yang saling mencintai karena Allah SWT.

Dalam realita kehidupan terkadang seseorang dipertemukan dengan calon pasangan yang awalnya dia tidak ada perasaan cinta kepadanya. Tak ada kecenderungan, semua perasaan terasa datar. Tak terlalu suka namun juga tak membenci. Dia hanya melihat bahwa calon pasangan yang ditawarkan kepadanya tersebut adalah baik agama dan perangainya, matang usianya, serta mapan kehidupannya. Secara masa depan, nalurinya mengatakan bahwa dia adalah calon pasangan yang baik. Namun itu tadi masalahnya, dia masih tidak cinta.

Akhirnya, opsi untuk lebih mempercayai keimanan dan janji dari Allah SWT lebih ia pilih daripada memperturutkan perasaannya yang mendambakan seseorang yang dicintainya. Dia yakin bahwasanya Allah akan memudahkan setiap langkah hamba-Nya yang senantiasa ikhlas menjalani segala perintah-Nya. Bagi dia yang terpenting adalah kesamaan komitmennya dalam memegang teguh ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Setelahnya ia akan pasrahkan segala kehendak hanya kepada-Nya. Alhasil, tak sedikit orang-orang dengan pillihan ini yang akhirnya mendapatkan sakinah, mawaddah wa rahmah dalam rumah tangganya. Maka benarlah firman Allah SWT,

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir“  (Q.S. Ar Ruum : 21)

Dari ayat tersebut telah jelas mengisyaratkan bahwa Allah menciptakan pasangan adalah untuk menentramkan hati setiap hamba-Nya yang bertakwa. Dan dari dua penjabaran ini telah kita dapatkan bahwa agama islam telah memerintahkan untuk mengelola rasa cinta kita dengan benar. Yang terpenting adalah, lakukan semuanya karena Allah. Jika niat anda sudah benar, maka selanjutnya tergolong yang manakah anda? Menikahi orang yang anda cintai atau mencintai orang yang anda nikahi?

Wallahu a’lam bisshowwab.

Sumber: Bersamadakwah.net [:]