PANGANDARAN. Untuk memberdayakan masyarakat desa terutama untuk kaum perempuan agar mampu mandiri dengan penghasilan yang cukup, relawan inspirasi yang bertugas membina masyarakat di desa Bojongsari, pangandaran membuat program kerajinan tangan berbahan dasar lidi daun pohon kelapa.
Setelah mendapatkan Program pengembangan Potensi Lokal, warga yang berdomisili di Dusun Cipari di penuhi aktifitas mencoba belajar membuat piring berbahan dasar sapu lidi. Begitu antusiasnya warga mendukung program tersebut, hampir terlihat di setiap pos ronda, di depan rumah dan di teras rumahnya.
Warga dusun Cipari khususnya para ibu terus belajar dan berlatih membuat kerajinan piring lidi ini, bahkan saat ini bapak-bapaknya pun turut antusias mempelajarinya. Sri Suyanti (40 th) salah seorang tokoh masyarakat desa bojongsari menuturkan, bahwa sekarang di kampungnya ibu-ibu begitu semangat membuat kerajinan tersebut.
Dia menambahkan, biasanya selepas sholat isya warga di desanya langsung tidur, namun sekarang ibu-ibu terus penasaran ingin hasil karya nya sampai terbentuk dengan baik. “Setelah pulang mengikuti kajian rutin majelis taklim ibu-ibu tidak langsung bergegas pulang, mereka mencoba terus menggali potensi untuk mengembangkan keterampilan ini,” paparnya.***
Newsroom/Iwan Iswanto
Pangandaran
PANGANDARAN. Iwan Iswanto, an inspiration volunteer, attempts to empower the society of Bojongsari Village especially females through Handcraft Training Program. Iwan is fielded to mentor and train local people in order to be more independent.
Last week, Iwan trained dozens of housewives to make plate from sticks. Iwan said that they were very enthusiastic to participate and learn how to weave sticks into a beautiful piece of plate. “Not only housewives, there were also many men who participate in this training,” he said.
Iwan expected that through this program they could be more independent financially because as Inspiration Volunteer, empowering people is one of his main tasks. ***