[:ID]SEMARANG. Sebanyak 18 calon Relawan RZ Semarang mengikuti kegiatan Pradiksar. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (05/11) hingga Minggu (06/11) di Hutan Tinjomoyo, Semarang. Padiksar ini merupakan salah satu kegiatan untuk mengaplikasikan materi diklat 1 – 3 yang telah Carel (Calon Relawan) dapatkan sebelum Pradiksar dilaksanakan.
Konsep awal Pradiksar kali ini cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, jika sebelumnya kegiatan Pradiksar dilakukan di daerah pegunungan, kali ini Pradiksar dilaksanakan dengan tema lintas kota. “Tema ini diambil sebagai upaya pengenalan Relawan Nusantara bagi masyarakat Kota Semarang. Nanti para carel akan kita drop di salah satu tempat dan akan mengikuti jalur evakuasi yang sudah kami persiapkan. Jalur ini masih di kisaran Kota Semarang. Memasuki kampung-kampung dan berakhir di Hutan Tinjomoyo sebagai tujuannya.” ungkap Koordinator Relawan RZ Semarang, Irmayanti Anggraeni Dewi.
Medan tempuh perjalanan memang tidak seekstrim di pegunungan, namun cuaca Kota Semarang yang tidak dapat diprediksi ternyata cukup bermanfaat bagi carel. Pada pagi hingga sore hari ĺangit terlihat cerah tanpa mendung, namun ternyata pada pukul 18.30 tiba-tiba Semarang diguyur hujan lebat diikuti dengan angin yang cukup kencang serta petir dan guruh yang keras. Tidak hanya itu, perjalanan kota yang awalnya cerah dengan lampu kota harus terkendala dengan adanya pemadaman bergilir.
Kesabaran dan kesehatan para carel benar-benar diuji. Tak jarang beberapa carel harus beristirahat sejenak karena salah satu rekan ada yang mengalami kaki terkilir atau kram. Namun perjalanan mereka tetap kondusif walaupun dengan beban ransel dan menggunakan ponco/jas hujan ketika dalam perjalanan. Sesampainya di Hutan Tinjomoyo, mereka mendirikan bivak sebagai tempat berteduh sebagai pengganti tenda.
Keesokan harinya mereka menerapkan materi PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) dan Navigasi Darat. Selain itu, para carel juga bermain peran (role play) untuk menjadi tim relawan di medan bencana yang memakan banyak korban dengan kondisi yang berbeda-beda. Diharapkan para carel memiliki pandangan mengenai kebencanaan serta mendapat manfaat dari simulasi ini apabila ia ditempatkan di situasi yang menuntut kecepatan bekerja dan ketelitian serta ketepatan bertindak.
Diakhir acara, carel beserta panitia Pradiksar menyalurkan 110 kornet Superqurban kepada warga di sekitar Hutan Tinjomoyo, Semarang. Penyaluran dilakukan di Mushola Baitul Istighfar Gombel Lama, dimana desa ini juga menjadi desa binaan bencana Relawan RZ Semarang dan desa yang dilewati pada agenda Pradiksar yaitu desa Tinjomoyo RW 1 dan RW 8.
Newsroom/Isa
Semarang[:]